Latar Belakang Dwikora

Latar Belakang Dwikora yang Harus Kamu Tahu

Diposting pada

Dwikora atau Dwi komandan rakyat merupakan komandan presiden Soekarno terhadap masyarakat dan pemerintahan Indonesia.

Adapun latar belakang munculnya dwikora ini disebabkan karena kekhawatiran presiden Soekarno akan terbentuknya Malaya.

Sebuah perang terlupakan Indonesia pernah menyebutkan bahwa jika dwikora muncul sebagai upaya untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sejarah munculnya dwikora ini, kamu dapat membaca artikel yang akan kami bagikan di bawah ini sampai selesai.

Latar Belakang Dwikora

Pada tahun 1961 Inggris yang masih memiliki koloni di Kalimantan Utara berusaha untuk menggabungkan jajahannya itu dengan membentuk federasi Malaysia.

Hal tersebut tentunya mendapatkan tentangan keras dari presiden Soekarno, karena menganggap bahwa federasi Malaysia sebagai boneka Inggris yang nantinya akan menambah kontrolnya pada kawasan Asia tenggara.

Tidak hanya itu saja, Indonesia juga menganggap bahwa keinginan tersebut sudah melanggar perjanjian Manila. Manila itu sendiri dilakukan oleh tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan juga Filipina.

Filipina juga menilai bahwa Sabah secara historis dan yuridis yaitu milik Sultan hulu.

Nah, permasalahan tersebut kemudian menimbulkan sengketa antara Indonesia dan Filipina dengan federasi Malaysia.

Sedangkan pada tanggal 1963, PBB sudah turun tangan dengan membentuk tim untuk melakukan penyelidikan di tanah sengketa.

Hal tersebut tentunya dilakukan untuk memastikan kehendak rakyat. Namun sayangnya sebelum tim PBB mengumumkan hasil penyelidikan pada 16 September 1963, bendera si Malaysia bersama-sama dengan Sabah, Sarawak dan Singapura sudah membentuk Malaysia.

Dengan adanya hal tersebut tentunya semakin menambah ketegangan diantara dua pihak, sehingga Indonesia memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Malaysia.

Dengan adanya kejadian tersebut, tentunya terjadi demonstrasi anti Indonesia di Kuala lumpur karena presiden Soekarno yang ingin melancarkan konfrontasi terhadap Malaysia.

Sehingga presiden Soekarno pun menjadi semakin murka, karena di dalam demonstrasi tersebut juga dilakukan aksi penghinaan lambang negara Indonesia.

Sesudah memproklamasikan gerakan kenyang Malaysia pada awal Mei 1964, presiden Soekarno dalam sebuah rapat raksasa mengumumkan bahwa perintah dwikora atau di Dwi komandan rakyat yang berisi:

  1. Petinggi ketahanan revolusi Indonesia
  2. Bantuan perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah untuk menghancurkan Malaysia.

Konfrontasi

Selain itu presiden Soekarno juga menekankan bahwa operasi dwikora ini bukan untuk melawan rakyat Malaysia, melainkan untuk melawan neokolonialisme Inggris di Asia tenggara.

Nah pada tahun 1964 pasukan tidak resmi Indonesia mulai melakukan serangan di wilayah semenanjung Malaya.

Dalam pelaksanaannya tersebut pemerintah RI membentuk komando siaga yang bertugas untuk mengoordinasikan kegiatan dwikora.

Komando tersebutlah kemudian berubah menjadi komando Mandala siaga atau kolaga yang dipimpin oleh Laksdya Udara Omar Dani sebagai panglimanya, kolaga tersebut terdiri dari tiga yaitu:

Komando Tempur Satu (Kopurtu)

Kopurtu ini berkedudukan di Sumatera dan terdiri dari 12 batalyon TNI-AD dengan target semenanjung Malaya yang dipimpin Brigjen Kemal Idris.

Komando Tempur Dua (Kopurda)

Kopurda ini berkedudukan di Bengkayang, Kalimantan Barat dan terdiri dari 13 batalyon yang berasal dari unsur KKO, AURI dan RPKAD yang dipimpin oleh Brigjen Soepardjo.

Komando Armada Siaga

Komando yang satu ini terdiri dari unsur TNI-AL dan juga KKO yang beroperasi di perbatasan Riau dan Kalimantan Timur.

Tidak hanya itu saja, tentara laut di raja Malaysia juga mengerahkan pasukannya. Hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan Malaysia yang misinya yaitu mencegah masuknya pasukan Indonesia.

Meskipun berkonfrontasi dengan Malaysia, namun pasukan Indonesia sebenarnya bertempur dengan pasukan Inggris dan Australia.

Setelah menjelang akhir 1965, terjadilah gerakan 30 September atau G30S yang membuat kekacauan di Indonesia.

Sehingga karena hal tersebut kekuasaan presiden Soekarno sementara diambil alih oleh jenderal Soeharto.

Setelah itu, Pada tahun 1966 Kerajaan Malaysia dan pemerintahan Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik dan normalisasi hubungan antara kedua negara.

Kekerasan tersebut tentunya berakhir pada Juni 1966 yang kemudian dilanjutkan dengan ditandatanganinya perjanjian perdamaian pada 11 Agustus.

Akhir Kata

Mungkin itu saja latar belakang dwikora yang dapat kami sampaikan di kesempatan kali ini, semoga informasi kali ini bisa sangat membantu serta bermanfaat bagi kamu supaya semakin tahu mengenai sejarah yang pernah terjadi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *